Headlines News :
Home » , , » Pakar Biologi Kelautan Ini Sebut Sushi Merusak Lingkungan dan Kesehatan

Pakar Biologi Kelautan Ini Sebut Sushi Merusak Lingkungan dan Kesehatan

Written By Mobile Legends on Monday, January 16, 2017 | 8:57 AM

Foto: iStock Foto: iStock
Foto: iStock

Pakar Biologi Kelautan Ini Sebut Sushi Merusak Lingkungan dan Kesehatan

Sushi selama ini dikenal sebagai makanan sehat yang digemari banyak orang. Tapi dua ahli ini justru sarankan berhenti makan sushi.

Laporan Metro.co.uk (13/01) menyebur dua pakar biologi kelautan meminta orang-orang kurangi konsumsi sushi. Sebab mereka menyebut sushi sebagai penyebab berkurangnya pasokan tuna.

Profesor Daniel Pauly dan Dr Dirk Zelle yang memimpin proyek Sea Around Us di University of British Columbia di Kanada, mengatakan bahwa populasi tuna jenis bluefin dan yellowfin telah mencapai tingkat 'krisis'. Bluefin tuna biasa disajikan di restoran sushi mewah. Sedangkan yellowfin banyak di sushi bar biasa dan supermarket.

Foto: iStock Foto: iStock
Foto: iStock
Mereka menyebut popularitas sushi sebagai makanan sehat kaya omega-3 membuat semua orang mengonsumsinya. Membuat pasokan tuna berkurang karena terlalu banyak dilakukan penangkapan.

Menurut Profesor Pauly, saat ini populasinya hanya sekitar 2-3 persen dari populasi ikan yang kita miliki 200 tahun lalu. Jika pengurangannya berlanjut, bisa-bisa populasi tuna habis.

"Kita berada dalam krisis permanen jika melihatnya terkait sejarah," Profesor Pauly memperingatkan, seperti dikutip dari Independent (14/01).

Ahli tersebut juga meyakini banyak sushi yang disajikan restoran biasa mengandung microbeads plastik. Partikel kecil kontroversial tersebut sering ditemukan dalam face scrub dan produk kecantikan. Tentunya ini buruk bagi lingkungan dan tentunya kesehatan.

Foto: iStock Foto: iStock
Foto: iStock
"Microbeads merupakan pil beracun yang menyerap semua polutan dan dikonsumsi oleh ikan kecil yang kemudian dimakan tuna," jelas Profesor Pauly ke The Daily Mail (13/01).

Lebih dari itu, menurut Dr Zeller, sushi sering mengandung tingkat merkuri tinggi dan polychlorinated biphenyls. Merupakan senyawa klorin ditemukan di air yang dikaitkan sebagai penyebab kanker.

Kedua pakar menyarankan masyarakat tidak lagi mengonsumsi sushi. Sebaiknya lebih banyak makan ikan lebih murah yang mudah ditemui misalnya anchovy dan sarden.
Share this article :
Comments
0 Comments
 
Support : Contact | Sitemap | Privacy Policy
Copyright © 2011. Berita Terkini - Kabar Berita Harian - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger